Berapa Persen Batas Trading Halt IHSG? Aturan Terbaru BEI yang Wajib Investor Tahu (2026)
Pertanyaan ini sering muncul saat pasar saham sedang bergejolak:
Sebenarnya IHSG harus turun berapa persen sampai Bursa menghentikan perdagangan sementara?
Jawabannya sudah diatur resmi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), dan angka batasnya sekarang berbeda dibanding aturan lama. Jadi investor memang perlu update.
Trading Halt Itu Apa Sih?
Trading halt adalah penghentian sementara seluruh perdagangan saham di BEI ketika pasar turun sangat tajam dalam waktu singkat.
Tujuannya bukan menakut-nakuti investor. Justru sebaliknya.
Ini adalah mekanisme pengaman supaya kepanikan tidak makin parah dan investor punya waktu mencerna situasi.
Ibarat mobil, ini seperti rem darurat ketika kendaraan melaju terlalu kencang di jalan licin.
Trading Halt IHSG Berapa Persen? Ini Aturan Terbarunya
Sejak 8 April 2025, BEI menetapkan batas baru untuk penghentian sementara perdagangan berdasarkan penurunan IHSG dalam satu hari bursa.
Berikut level lengkapnya:
🔻 Level 1 — IHSG Turun Lebih dari 8%
Jika IHSG anjlok lebih dari 8%, maka:
➡️ Perdagangan di seluruh bursa dihentikan selama 30 menit
Ini adalah cooling down period pertama. Pasar diberi waktu berhenti sejenak agar pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan.
🔻 Level 2 — IHSG Turun Lebih dari 15%
Jika setelah dibuka kembali IHSG masih terus turun dan menembus 15%, maka:
➡️ BEI kembali melakukan trading halt selama 30 menit
Artinya, dalam kondisi ekstrem, penghentian bisa terjadi dua kali dalam satu hari.
🔻 Level 3 — IHSG Turun Lebih dari 20%
Kalau tekanan jual makin tidak terkendali dan IHSG jatuh melewati 20%, maka:
➡️ BEI dapat melakukan trading suspend
Ini berbeda dengan halt biasa. Suspend bisa berarti perdagangan dihentikan sampai akhir sesi, bahkan bisa diperpanjang ke sesi berikutnya dengan persetujuan OJK.
Level ini tergolong kondisi darurat pasar.
Kenapa Batasnya Diubah Jadi 8%, 15%, dan 20%?
Sebelumnya, batas trading halt ada di 5% dan 10%, lalu suspend di 15%.
Namun BEI menilai volatilitas pasar global semakin tinggi. Jika batas terlalu sempit, perdagangan bisa terlalu sering berhenti dan justru mengganggu likuiditas.
Dengan batas baru ini:
✔ Pasar tetap punya ruang bergerak wajar
✔ Tapi tetap ada rem pengaman saat situasi benar-benar ekstrem
✔ Selaras dengan praktik circuit breaker di banyak bursa dunia
Apa yang Terjadi Saat Trading Halt Aktif?
Banyak investor mengira sistem “error” atau aplikasi sekuritas rusak. Padahal memang seluruh pasar sedang dihentikan sementara.
Saat halt terjadi:
-
Semua saham tidak bisa ditransaksikan
-
Order yang sudah masuk tetap tersimpan di sistem
-
Harga saham tidak bergerak
-
Investor punya waktu membaca berita dan analisis pasar
-
Broker tetap siaga, tapi eksekusi menunggu bursa dibuka lagi
Jadi ini bukan gangguan teknis, melainkan prosedur resmi bursa.
Trading Halt vs Auto Rejection, Jangan Sampai Tertukar
Masih banyak yang mengira trading halt sama dengan ARB atau ARA. Padahal berbeda jauh.
Trading Halt
✔ Berlaku untuk seluruh pasar
✔ Dipicu oleh penurunan IHSG
✔ Penghentian bersifat sementara
Auto Rejection (ARA/ARB)
✔ Berlaku untuk satu saham tertentu
✔ Dipicu oleh batas kenaikan atau penurunan harga harian saham itu saja
✔ Saham lain tetap bisa diperdagangkan
Jadi kalau seluruh saham berhenti bersamaan, itu trading halt, bukan ARB.
Dampaknya Bagi Investor
Trading halt sering membuat investor panik, apalagi yang baru masuk pasar.
Padahal mekanisme ini justru dirancang untuk:
-
Mengurangi aksi jual emosional
-
Memberi waktu berpikir lebih rasional
-
Menstabilkan harga agar tidak jatuh bebas
-
Menjaga pasar tetap teratur dan wajar
Investor jangka panjang biasanya memanfaatkan momen ini untuk evaluasi portofolio, bukan langsung menjual panik.
Strategi Menghadapi Trading Halt
Kalau suatu hari IHSG benar-benar kena halt, ini yang sebaiknya dilakukan:
✔ Cek kembali tujuan investasi Anda
✔ Lihat apakah fundamental saham berubah atau hanya sentimen pasar
✔ Hindari keputusan terburu-buru
✔ Pantau pengumuman resmi BEI dan OJK
✔ Siapkan rencana jika pasar dibuka dengan volatilitas tinggi
Dalam banyak kasus global, pasar yang dihentikan sementara justru bisa pulih bertahap setelah kepanikan mereda.
Ringkasan Cepat Biar Tidak Lupa
-
IHSG turun >8% → Halt 30 menit
-
Turun lanjut >15% → Halt lagi 30 menit
-
Turun lanjut >20% → Bisa suspend sampai akhir sesi
Itulah jawaban paling akurat untuk pertanyaan:
“Trading halt IHSG berapa persen?”

Posting Komentar