Free Float untuk Masuk MSCI: Syarat Penting Agar Saham Dilirik Investor Global
Banyak investor bertanya, “Berapa sih free float untuk masuk MSCI?”
Jawabannya tidak sesederhana angka persentase saja. MSCI memang punya ambang batas minimum, tetapi yang benar-benar menentukan adalah seberapa besar saham yang benar-benar likuid dan bisa diakses investor global.
Di sinilah konsep free float versi MSCI menjadi faktor krusial.
Apa Itu Free Float Menurut MSCI?
Free float dalam metodologi MSCI adalah porsi saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan secara luas oleh investor publik internasional.
MSCI tidak sekadar melihat saham beredar, tetapi menyaring mana yang realistis bisa berpindah tangan di pasar.
Beberapa jenis kepemilikan tidak dihitung sebagai free float, yaitu:
-
Saham milik pendiri, direksi, komisaris, dan manajemen inti
-
Kepemilikan pemerintah pusat maupun daerah
-
Saham milik perusahaan induk atau pemegang saham strategis
-
Saham yang terkunci dalam perjanjian jangka panjang
-
ESOP yang memiliki pembatasan jual
-
Yayasan, organisasi nirlaba, atau kepemilikan yang sifatnya permanen
Akibatnya, sebuah perusahaan bisa terlihat punya saham publik besar di data bursa, tetapi versi MSCI bisa jauh lebih kecil.
Berapa Minimum Free Float untuk Masuk MSCI?
MSCI menggunakan ukuran bernama Foreign Inclusion Factor (FIF).
FIF mencerminkan persentase saham yang masuk kategori free float versi MSCI.
👉 Ambang batas minimum FIF adalah 0,15 atau setara 15%
Artinya, jika saham yang benar-benar likuid dan tersedia bagi investor publik global kurang dari 15%, maka saham tersebut umumnya tidak memenuhi syarat dasar untuk masuk indeks MSCI.
Namun, lolos 15% bukan berarti otomatis masuk. Itu hanya gerbang awal.
MSCI Menghitung Nilai, Bukan Sekadar Persentase
Selain persentase free float, MSCI menghitung kapitalisasi pasar yang sudah disesuaikan free float.
Rumus sederhananya:
Free Float Adjusted Market Cap = Full Market Cap × FIF
Contoh ilustrasi:
-
Market cap perusahaan: Rp100 triliun
-
FIF: 0,20 (20%)
-
Nilai yang dihitung MSCI: Rp20 triliun
Jadi walaupun perusahaan terlihat besar, MSCI hanya menganggap Rp20 triliun sebagai nilai yang benar-benar bisa diinvestasikan.
Nilai inilah yang dibandingkan dengan ambang batas ukuran minimum MSCI untuk kategori Global Standard atau Small Cap. Standarnya bisa berubah tergantung kondisi pasar dan negara.
Kenapa MSCI Sangat Ketat Soal Free Float?
Karena indeks MSCI dipakai oleh dana investasi global dengan nilai kelolaan sangat besar.
Mereka butuh saham yang:
-
Likuid dalam jumlah besar
-
Mudah dibeli tanpa mendorong harga melonjak ekstrem
-
Tidak didominasi segelintir pemegang saham
Jika free float kecil, transaksi besar bisa langsung menggerakkan harga tajam. Itu berisiko bagi manajer investasi global.
Jadi, free float adalah ukuran kualitas likuiditas, bukan sekadar formalitas persentase.
Perbedaan Free Float BEI vs MSCI
Di Indonesia, bursa mengenal istilah saham publik. Namun definisinya lebih longgar dibanding MSCI.
Perbedaan yang sering terjadi:
-
BEI bisa mencatat saham sebagai publik meskipun kepemilikannya terkonsentrasi
-
MSCI menyaring lagi apakah saham itu benar-benar likuid dan tidak bersifat strategis
Akibatnya, angka kepemilikan publik di laporan perusahaan tidak bisa langsung disamakan dengan free float versi MSCI.
Dampak Jika Free Float Naik atau Turun
Perubahan free float bisa berdampak besar saat periode review MSCI.
Jika Free Float Naik
-
FIF meningkat
-
Bobot saham di indeks bisa naik
-
Potensi aliran dana pasif (passive inflow) bertambah
Jika Free Float Turun
-
FIF bisa dipangkas
-
Bobot indeks menyusut
-
Bahkan berisiko keluar dari indeks jika tak lagi memenuhi syarat minimum
Karena itu, struktur kepemilikan saham menjadi perhatian serius bagi perusahaan yang ingin tetap berada di radar investor global.
Strategi Emiten Meningkatkan Free Float
Beberapa aksi korporasi yang umum dilakukan:
1️⃣ Divestasi Saham Pengendali
Pemegang saham mayoritas melepas sebagian saham ke pasar.
2️⃣ Rights Issue yang Diserap Publik
Jika tidak didominasi pemegang saham lama, free float bisa naik signifikan.
3️⃣ Private Placement ke Investor Non-Strategis
Selama bukan pihak terafiliasi, ini bisa dihitung menambah free float.
4️⃣ Secondary Offering
Penjualan saham lama milik pemegang saham besar langsung ke publik.
Stock split biasanya membantu likuiditas perdagangan, tetapi tidak mengubah persentase free float secara langsung.
Jadwal Review MSCI yang Perlu Dipantau
MSCI meninjau komposisi indeks secara berkala:
-
Februari
-
Mei (review terbesar)
-
Agustus
-
November
Menjelang periode ini, perubahan struktur kepemilikan dan free float sering jadi sorotan pasar karena bisa memicu arus dana besar.
Catatan Kecil
Free float MSCI dihitung menggunakan metodologi internal dan bisa berbeda dari data yang terlihat di laporan bursa atau keterbukaan informasi biasa.

Posting Komentar