Fundamental Saham DADA: Murah Secara Aset, Tapi Kenapa Masih Sangat Spekulatif?

Daftar Isi

Pencarian tentang fundamental saham DADA meningkat tajam sejak saham ini mengalami pergerakan ekstrem sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Harga sempat melesat dari level gocap, lalu jatuh dalam, kemudian hidup kembali.

Kondisi ini membuat banyak investor ritel bertanya hal yang sama:
apakah DADA benar-benar murah secara fundamental, atau hanya terlihat murah karena risikonya sangat besar?

Artikel ini membedah DADA dari sisi fundamental, bukan rumor.

Profil Singkat PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA)

PT Diamond Citra Propertindo Tbk merupakan emiten sektor properti dan real estat.
Bisnis utamanya berkaitan dengan:

  • Kepemilikan dan pengelolaan aset properti

  • Pengembangan lahan dan bangunan

  • Optimalisasi nilai aset jangka panjang

Karakter bisnis properti seperti ini membuat kinerja keuangan tidak selalu stabil tiap kuartal, karena sangat bergantung pada timing penjualan dan realisasi proyek.

Gambaran Umum Fundamental Saham DADA

Secara garis besar, fundamental DADA bisa dirangkum dalam satu kalimat:
aset besar, valuasi murah, tapi laba belum kuat dan pergerakan harga sangat agresif.

Inilah yang membuat saham ini sering menjadi bahan perdebatan.

Kinerja Pendapatan dan Laba

Dari laporan keuangan terbaru hingga awal 2026, terlihat beberapa poin penting.

Pendapatan

  • Tidak menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten

  • Cenderung fluktuatif antar periode

  • Bergantung pada transaksi tertentu, bukan pendapatan berulang (recurring income)

Laba Bersih

  • Sempat melonjak signifikan secara persentase di beberapa periode 2025

  • Namun secara nominal, laba bersih masih relatif kecil

  • Fluktuasi laba sangat tajam antar kuartal

Kondisi ini membuat kinerja DADA belum bisa dikategorikan stabil secara operasional.

Aset dan Nilai Buku Perusahaan

Salah satu daya tarik utama DADA ada di sini.

  • Total aset relatif besar dibandingkan market cap

  • Nilai buku per saham masih tinggi

  • Inilah alasan PBV DADA terlihat sangat murah

Namun penting dipahami, aset besar tidak otomatis berarti aset produktif.
Pasar selalu menilai: apakah aset tersebut mampu menghasilkan laba dan arus kas?

Rasio Fundamental Saham DADA

Bagian ini paling sering dicari investor.

Price to Book Value (PBV)

  • Berkisar di rentang 0,17x – 0,5x

  • Secara teori: saham sangat undervalued

  • Menunjukkan harga pasar jauh di bawah nilai buku

Price to Earnings Ratio (PER)

  • Sangat tinggi, bahkan bisa puluhan hingga ratusan kali

  • Bukan karena harga mahal, tetapi karena laba sangat kecil

Return on Equity (ROE)

  • Masih di kisaran di bawah 1%

  • Menandakan efisiensi penggunaan modal belum optimal

Rasio-rasio ini menunjukkan bahwa murahnya DADA lebih karena aset, bukan karena kinerja laba yang kuat.

Kenapa Saham DADA Bisa Terlihat “Murah Banget”?

PBV rendah sering membuat investor tergoda, tetapi pasar memberi diskon besar bukan tanpa alasan.

Beberapa faktor yang menekan valuasi DADA:

  • Profitabilitas rendah

  • Laba tidak konsisten

  • Riwayat volatilitas ekstrem

  • Sentimen negatif akibat pergerakan saham pengendali

Dalam banyak kasus, saham properti dengan aset besar tetapi laba kecil memang cenderung diperdagangkan murah.

Pergerakan Harga Saham dan Volatilitas

DADA dikenal sebagai saham dengan volatilitas sangat tinggi.

Sepanjang 2025:

  • Terjadi penurunan tajam berhari-hari (ARB)

  • Disertai aksi jual saham oleh pihak pengendali

  • Harga bergerak jauh melampaui perubahan fundamental

Awal 2026:

  • Saham kembali aktif dari level gocap

  • Didominasi sentimen dan spekulasi jangka pendek

Pergerakan harga seperti ini membuat DADA sangat berisiko bagi investor tanpa manajemen emosi dan risiko.

Sentimen Pasar dan Isu yang Beredar

Di komunitas saham, DADA sering dikaitkan dengan:

  • Aset strategis bernilai tinggi

  • Isu pengembangan lahan premium

  • Dugaan masuknya investor tertentu

Masalahnya, belum semua narasi tersebut tercermin jelas dalam laporan keuangan.
Inilah sebabnya pasar tetap memberi valuasi murah meski rumor beredar luas.

Fundamental vs Harga Saham

Jika dibandingkan:

  • Fundamental: membaik perlahan, tapi belum kuat

  • Harga saham: bergerak sangat agresif

Ketimpangan inilah yang membuat DADA sering disebut sebagai saham berbasis sentimen, bukan murni saham fundamental.

Profil Investor yang Cocok dengan Saham DADA

Saham ini bukan untuk semua orang.

Kurang cocok bagi:

  • Investor konservatif

  • Pencari dividen

  • Pemula yang mudah FOMO

Lebih sesuai untuk:

  • Investor berpengalaman

  • Value hunter berbasis aset

  • Trader spekulatif dengan disiplin ketat

Catatan Penting untuk Investor Ritel

  • PBV rendah bukan jaminan harga akan naik

  • Aset besar perlu waktu dan strategi untuk menjadi produktif

  • Volatilitas ekstrem berarti risiko ekstrem

  • Fundamental DADA belum cukup kuat untuk dijadikan pegangan jangka panjang tanpa pertimbangan matang

Posting Komentar