Fundamental Saham KOCI: Bedah Kinerja & Prospek PT Kokoh Exa Nusantara Tbk

Daftar Isi

Banyak investor ritel mengetik kata kunci Fundamental Saham KOCI karena ingin tahu satu hal sederhana: apakah saham KOCI layak dikoleksi atau justru perlu diwaspadai? Artikel ini disusun untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan bahasa yang ringan, data terbaru, dan sudut pandang realistis—tanpa berbelit-belit.

Sekilas Profil PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI)

PT Kokoh Exa Nusantara Tbk adalah emiten properti yang fokus pada pengembangan perumahan, terutama rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Perusahaan ini berbasis di Bangkalan, Madura, dengan proyek andalan Kokoh City, kawasan hunian terpadu yang jaraknya relatif dekat dengan Surabaya melalui Jembatan Suramadu.

Profil singkat KOCI:

  • Nama emiten: PT Kokoh Exa Nusantara Tbk

  • Kode saham: KOCI

  • Sektor: Properti & Real Estat

  • Segmen utama: Rumah subsidi (±70% unit)

  • IPO: Oktober 2023 (harga IPO Rp120)

  • Karakter saham: Small cap, likuiditas rendah–menengah, volatilitas relatif tinggi

Model Bisnis KOCI: Fokus Jelas, Pasar Spesifik

Yang membedakan KOCI dari banyak emiten properti lain adalah fokus bisnis yang sangat spesifik.

KOCI tidak membidik segmen menengah-atas, melainkan bermain di pasar massal rumah subsidi yang didukung program pemerintah.

Proyek Utama: Kokoh City

Kokoh City dirancang sebagai kawasan hunian terpadu (mini kota mandiri) di Bangkalan.

Beberapa poin penting:

  • Pengembangan lahan ratusan hektare

  • Target jangka panjang puluhan ribu unit rumah

  • Mayoritas unit masuk skema subsidi FLPP

Efisiensi Konstruksi

KOCI mengklaim menggunakan metode konstruksi cepat, sehingga:

  • Waktu pembangunan unit relatif singkat

  • Perputaran proyek bisa lebih cepat

  • Tekanan biaya konstruksi lebih terkontrol

Selain sebagai developer, KOCI juga memiliki jasa konstruksi internal, yang membantu menekan biaya dan menjaga margin.

Kinerja Keuangan KOCI (Update Terbaru)

Berdasarkan laporan keuangan terakhir yang tersedia hingga Q1 2025, kinerja KOCI masih menunjukkan tren yang relatif stabil.

Laba Bersih

  • Laba bersih Q1 2025: ±Rp6,5 miliar

  • Q1 2024: ±Rp6,0 miliar

Artinya, secara year on year, laba masih tumbuh meski tidak agresif.

Laba Bersih per Saham (EPS)

  • EPS sekitar Rp1,4–1,5 per saham

Untuk ukuran emiten properti kecil, angka ini tergolong cukup, meskipun belum bisa disebut spektakuler.

Kesehatan Neraca: Relatif Aman untuk Skala Emiten Kecil

Salah satu daya tarik fundamental saham KOCI ada di struktur neracanya.

Ringkasan posisi keuangan (tahun buku 2024):

  • Total aset: ±Rp141 miliar

  • Total liabilitas: ±Rp12 miliar

  • Ekuitas: ±Rp129 miliar

Dengan struktur seperti ini, rasio utang terhadap ekuitas (DER) KOCI tergolong rendah.

Bagi investor konservatif, ini sinyal positif karena risiko tekanan bunga dan gagal bayar relatif kecil.

Rasio Fundamental KOCI

Jika dilihat dari data fundamental yang tersedia:

  • Book Value (BV): ±Rp29 per saham

  • Struktur modal: Lebih banyak ditopang ekuitas dibanding utang

Secara valuasi historis, saham KOCI sering diperdagangkan di bawah nilai bukunya, namun kondisi ini juga mencerminkan:

  • Likuiditas saham yang terbatas

  • Minat investor institusi yang masih rendah

Catatan penting: rasio seperti PER, PBV, dan ROE pada saham small cap seperti KOCI sebaiknya tidak dibaca secara terpisah, melainkan dikombinasikan dengan risiko likuiditas.

Prospek Bisnis KOCI ke Depan

Faktor Pendukung

Beberapa katalis positif yang patut diperhatikan:

  • Backlog perumahan nasional masih sangat besar

  • Program rumah subsidi pemerintah masih berlanjut

  • Lokasi Madura semakin strategis pasca Suramadu

  • Potensi ekspansi landbank jangka panjang

Untuk jangka menengah–panjang, segmen rumah subsidi masih memiliki permintaan alami.

Risiko yang Perlu Dicermati

Di sisi lain, investor juga wajib sadar risiko:

  • Ketergantungan pada kebijakan pemerintah

  • Sensitivitas terhadap suku bunga KPR

  • Daya beli segmen MBR yang fluktuatif

  • Likuiditas saham KOCI di pasar sekunder relatif tipis

Bagi trader aktif, kondisi ini bisa menjadi tantangan. Namun bagi investor jangka panjang, risiko tersebut bisa dikelola dengan manajemen posisi yang disiplin.

Karakter Investor yang Cocok dengan Saham KOCI

Secara fundamental, saham KOCI lebih cocok untuk:

  • Investor yang paham risiko small cap

  • Investor jangka menengah–panjang

  • Investor yang mencari tema rumah subsidi

Kurang ideal bagi:

  • Trader harian yang butuh likuiditas besar

  • Investor yang menghindari volatilitas

Catatan kecil: Data dalam artikel ini disusun dari laporan keuangan publik, keterbukaan informasi emiten, serta referensi pasar seperti Carisaham. Investor tetap disarankan mengecek laporan resmi terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.

Analisis Valuasi Saham KOCI: Murah di Atas Kertas, Mahal di Likuiditas?

Dalam membahas fundamental saham KOCI, valuasi tidak bisa dilepaskan dari karakter emiten yang tergolong small cap.

Secara historis, harga saham KOCI kerap bergerak di bawah nilai bukunya. Hal ini membuat banyak investor bertanya-tanya: apakah KOCI sedang undervalued atau justru wajar dihargai murah oleh pasar?

Jika dilihat dari sisi aset dan ekuitas, valuasi KOCI memang terlihat menarik. Namun pasar juga memperhitungkan faktor lain seperti:

  • Skala bisnis yang masih terbatas

  • Ketergantungan pada satu kawasan proyek utama

  • Likuiditas saham yang belum merata

Artinya, valuasi murah KOCI lebih cocok dibaca sebagai kesempatan selektif, bukan peluang massal.

Arus Kas dan Pola Bisnis Rumah Subsidi

Berbeda dengan properti komersial, bisnis rumah subsidi memiliki karakter arus kas yang unik.

Pada KOCI, pemasukan sangat dipengaruhi oleh:

  • Progres pembangunan unit

  • Proses akad KPR subsidi

  • Kecepatan pencairan dana dari bank penyalur

Selama proses berjalan lancar, arus kas relatif stabil. Namun jika terjadi hambatan administratif atau perubahan kebijakan, pencatatan pendapatan bisa tertunda.

Hal ini menjelaskan mengapa pertumbuhan laba KOCI cenderung bertahap, bukan melonjak drastis.

Posisi KOCI di Industri Properti Nasional

Jika dibandingkan dengan emiten properti besar seperti BSDE, CTRA, atau PWON, posisi KOCI jelas berbeda.

KOCI tidak bersaing di segmen premium. Perusahaan ini mengambil ceruk pasar yang lebih sempit namun konsisten, yakni hunian terjangkau untuk MBR.

Kelebihannya:

  • Permintaan struktural selalu ada

  • Risiko oversupply relatif lebih kecil

Kekurangannya:

  • Margin lebih tipis

  • Fleksibilitas harga terbatas

Dalam konteks ini, fundamental saham KOCI lebih cocok dinilai sebagai saham tema kebijakan, bukan saham siklikal agresif.

Likuiditas Saham dan Pola Pergerakan Harga

Salah satu aspek krusial yang sering luput dari pembahasan fundamental adalah likuiditas saham di pasar sekunder.

Pada saham KOCI:

  • Volume harian cenderung tipis

  • Spread bid–offer bisa lebar

  • Pergerakan harga kadang dipengaruhi aktivitas broker tertentu

Bagi investor jangka panjang, kondisi ini bukan masalah besar selama akumulasi dilakukan bertahap.

Namun bagi trader jangka pendek, karakter ini justru meningkatkan risiko slippage dan volatilitas.

Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Fundamental KOCI

Beberapa faktor eksternal yang perlu terus dipantau investor antara lain:

  • Kebijakan suku bunga Bank Indonesia

  • Kuota dan skema subsidi perumahan pemerintah

  • Pertumbuhan ekonomi regional Jawa Timur

  • Daya beli masyarakat segmen MBR

Perubahan kecil pada faktor-faktor ini bisa berdampak langsung pada penjualan unit dan arus kas KOCI.

Strategi Membaca Fundamental Saham KOCI

Untuk membaca fundamental saham KOCI secara objektif, investor sebaiknya:

  • Fokus pada kesehatan neraca, bukan sekadar lonjakan laba

  • Memantau progres proyek Kokoh City secara berkala

  • Mengombinasikan data fundamental dengan manajemen risiko likuiditas

Pendekatan ini lebih relevan dibanding hanya mengejar momentum harga jangka pendek.

Catatan tambahan: Karena KOCI merupakan emiten berkapitalisasi kecil, perubahan data keuangan bisa berdampak signifikan terhadap rasio fundamental. Selalu rujuk laporan keuangan terbaru dan keterbukaan informasi resmi sebelum mengambil keputusan investasi.

Posting Komentar