Fundamental Saham ZATA: Bedah Kinerja Keuangan Elzatta di Tengah Lonjakan Harga Saham

Daftar Isi

Pencarian terkait fundamental saham ZATA meningkat tajam seiring pergerakan harga saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk yang sempat melonjak ekstrem. Banyak investor ritel bertanya, apakah kenaikan tersebut ditopang kinerja bisnis yang kuat atau lebih karena sentimen pasar.

Untuk menjawabnya, kita perlu membedah ZATA dari sisi yang paling mendasar: model bisnis, laporan keuangan, rasio fundamental, serta risiko yang menyertainya.

Profil Emiten PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA)

PT Bersama Zatta Jaya Tbk merupakan emiten ritel fesyen muslim (modest fashion) yang telah dikenal luas melalui merek Elzatta Hijab. Selain Elzatta, ZATA juga mengelola brand Dauky Fashion dan Zatta Man.

Perusahaan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada November 2022. Dalam struktur usahanya, ZATA berperan sebagai perusahaan induk yang bergerak di bidang perdagangan besar dan eceran tekstil, pakaian jadi, serta aksesoris pendukung.

Hingga laporan terakhir, ZATA mengoperasikan lebih dari 120 toko fisik di berbagai kota di Indonesia. Penjualan offline ini dilengkapi kanal digital sebagai bagian dari strategi omnichannel.

Model Bisnis dan Sumber Pendapatan

Model bisnis ZATA bertumpu pada penjualan produk fesyen muslim untuk segmen menengah. Produk utama meliputi hijab, busana muslim wanita dan pria, hingga item pelengkap gaya hidup muslim.

Pendapatan perusahaan mayoritas berasal dari:

  • Penjualan ritel melalui gerai fisik

  • Penjualan online melalui marketplace dan kanal digital

  • Distribusi produk ke mitra dan reseller

Kekuatan ZATA ada pada brand recognition Elzatta yang sudah lama hadir di pasar. Namun, industri modest fashion bersifat sangat dinamis, dengan siklus tren cepat dan persaingan yang semakin ketat.

Kinerja Pendapatan ZATA

Dari sisi pendapatan, performa ZATA belum menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.

Berdasarkan laporan keuangan:

  • Pendapatan Q2 2025: sekitar Rp125,4 miliar

  • Mengalami penurunan sekitar 12% secara tahunan (YoY)

Penurunan ini mengindikasikan adanya tekanan pada sisi penjualan, yang bisa berasal dari:

  • Daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya

  • Persaingan harga dengan brand lokal lain

  • Masuknya produk impor berharga lebih murah

Bagi investor fundamental, tren pendapatan menjadi indikator awal yang penting sebelum melihat laba.

Profitabilitas dan Laba Bersih

Dari sisi laba, ZATA masih menghadapi tantangan efisiensi.

  • Laba bersih Q2 2025: sekitar Rp4,1 miliar

  • Laba bersih tahun buku 2024: sekitar Rp2,2 miliar

Margin laba bersih tergolong tipis jika dibandingkan dengan skala aset dan jaringan toko yang dimiliki. Ini menandakan bahwa biaya operasional dan tekanan margin masih menjadi pekerjaan rumah utama manajemen.

Struktur Aset dan Kesehatan Neraca

Secara neraca, kondisi ZATA relatif stabil.

  • Total Aset: ± Rp682,9 miliar

  • Total Liabilitas: ± Rp157,2 miliar

Struktur ini menunjukkan perusahaan tidak agresif menggunakan utang. Porsi ekuitas masih mendominasi, sehingga risiko keuangan dari sisi leverage tergolong rendah.

Analisis Rasio Fundamental Saham ZATA

Berikut rasio keuangan utama yang mencerminkan fundamental saham ZATA:

Price to Earnings Ratio (PER)

PER ZATA berada di kisaran 300 kali. Angka ini sangat tinggi dan mencerminkan bahwa harga saham jauh melampaui laba per saham saat ini.

PER setinggi ini biasanya hanya dapat dibenarkan jika perusahaan memiliki:

  • Pertumbuhan laba yang sangat agresif, atau

  • Prospek bisnis luar biasa dalam waktu dekat

Dalam kondisi ZATA saat ini, hal tersebut masih bersifat ekspektasi.

Price to Book Value (PBV)

PBV ZATA berada di kisaran 1,1 kali. Dari sisi nilai buku, valuasi ini relatif wajar dan tidak terlalu mahal.

Namun, PBV yang wajar tidak selalu berarti saham murah jika laba perusahaan masih rendah.

Debt to Equity Ratio (DER)

DER ZATA sekitar 19%, menandakan tingkat utang yang rendah. Ini menjadi salah satu poin positif dari sisi fundamental, karena perusahaan memiliki ruang manuver keuangan yang cukup aman.

Return on Equity (ROE)

ROE berada di kisaran 0,3%, menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham masih sangat terbatas.

Pergerakan Harga Saham dan Status UMA

Saham ZATA sempat mencatatkan kenaikan harga lebih dari 1.000% dalam waktu sekitar enam bulan hingga awal 2026. Lonjakan ini terjadi jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan.

Akibat pergerakan yang tidak biasa tersebut, Bursa Efek Indonesia menetapkan saham ZATA dalam status Unusual Market Activity (UMA). Status ini menjadi peringatan bagi investor agar tidak hanya terpaku pada pergerakan harga.

Katalis Positif Saham ZATA

Meski fundamental masih menantang, ZATA tetap memiliki beberapa katalis yang diperhatikan pasar:

  • Pertumbuhan jangka panjang industri fesyen muslim

  • Sentimen kebijakan pemerintah terkait perlindungan industri tekstil

  • Basis pelanggan loyal brand Elzatta

  • Potensi optimalisasi kanal digital dan efisiensi operasional

Katalis ini lebih bersifat jangka menengah hingga panjang, bukan pemicu instan peningkatan laba.

Risiko Investasi yang Perlu Dicermati

Investor juga perlu memahami risiko berikut:

  • Valuasi yang sudah terlalu tinggi secara PER

  • Ketergantungan pada tren dan daya beli konsumen

  • Volatilitas harga saham akibat sentimen

  • Status UMA yang meningkatkan risiko trading

  • Persaingan agresif di industri fesyen muslim

Catatan Penting:

Fundamental saham ZATA saat ini menunjukkan bisnis yang berjalan, tetapi profitabilitas belum sejalan dengan lonjakan harga saham. Investor disarankan membedakan antara peluang trading berbasis momentum dan investasi jangka panjang berbasis kinerja.

Posting Komentar