Prospek Saham DADA 2026: Bangkit dari Gocap, Peluang Rebound atau Sekadar Permainan Sentimen?
Mengapa Saham DADA Kembali Ramai Dibicarakan?
Awal Januari 2026, saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) kembali menarik perhatian investor ritel.
Setelah berbulan-bulan “parkir” di harga gocap Rp50, saham ini mendadak ARA ke Rp67 dengan lonjakan volume transaksi.
Pergerakan mendadak ini memunculkan kembali pertanyaan lama:
apakah prospek saham DADA benar-benar membaik, atau hanya siklus spekulasi berulang?
Profil Singkat Emiten DADA
DADA merupakan emiten sektor properti yang mengembangkan proyek hunian vertikal dan horizontal, terutama di wilayah Jabodetabek.
Nama proyek yang paling sering disebut pasar antara lain Apple Condovilla dan Apple Residence.
Skala bisnis DADA tergolong menengah, bukan developer besar seperti Ciputra atau Summarecon.
Namun sahamnya beberapa kali menjadi pusat perhatian karena pergerakan harga yang ekstrem.
Rekam Jejak Harga Saham: Dari Rp7 ke Rp200-an, Lalu Kembali Gocap
Sepanjang 2025, saham DADA mencatat salah satu reli paling fenomenal di BEI.
Harga saham:
-
Pernah berada di kisaran Rp6–Rp10
-
Keluar dari Papan Pemantauan Khusus (FCA)
-
Melonjak hingga lebih dari 1.700%
-
Sempat menyentuh area Rp200-an
Lonjakan ini memicu euforia besar di komunitas saham, media sosial, dan forum diskusi.
Namun reli cepat ini diikuti koreksi yang sama cepatnya.
Tekanan Besar dari Aksi Jual Pemegang Saham Pengendali
Fase krusial terjadi pada akhir Oktober 2025.
Pemegang saham pengendali, PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII), melakukan penjualan saham dalam jumlah besar.
Dampaknya langsung terasa:
-
Saham DADA mengalami ARB beruntun
-
Harga anjlok tajam
-
Sentimen pasar berubah negatif
Manajemen menyatakan aksi tersebut bertujuan memperkuat struktur modal dan likuiditas.
Namun dari sudut pandang pasar, langkah ini memperbesar persepsi risiko.
Kondisi Saham DADA Saat Ini (Awal Januari 2026)
Setelah tekanan panjang, saham DADA sempat “mati suri” di Rp50.
Namun kondisi berubah ketika:
-
Terjadi lonjakan harga mendadak
-
Antrian beli membesar
-
Volume transaksi meningkat signifikan
Fakta ini menunjukkan satu hal penting:
DADA masih sangat aktif secara spekulatif, dan mudah digerakkan oleh sentimen.
Analisis Fundamental Saham DADA
Kinerja Keuangan Terakhir
Secara laporan keuangan:
-
Pendapatan dan laba sempat mencatat pertumbuhan signifikan secara tahunan
-
Namun stabilitas laba masih belum konsisten
-
Fluktuasi kinerja cukup tajam dalam beberapa periode terakhir
Beberapa indikator valuasi:
-
PBV sekitar 1x
-
PEG ratio di atas 1
-
Riwayat kerugian per saham masih tercatat di periode sebelumnya
Artinya, secara fundamental, DADA belum bisa dikategorikan sebagai saham defensif.
Dividen Perdana: Positif, Tapi Bukan Game Changer
Pada 2025, DADA membagikan dividen untuk pertama kalinya.
Langkah ini patut diapresiasi karena:
-
Menunjukkan kepercayaan diri manajemen
-
Memberi sinyal perbaikan arus kas
Namun perlu dicatat:
-
Nilai dividen relatif kecil
-
Belum mencerminkan kestabilan laba jangka panjang
Dividen ini lebih tepat dilihat sebagai sentimen tambahan, bukan fondasi investasi.
Katalis Positif yang Sering Mengangkat Saham DADA
Beberapa sentimen yang sering beredar di pasar:
-
Rumor ketertarikan investor Jepang
-
Nama institusi global seperti Vanguard Group
-
Pengembangan lanjutan proyek properti
-
Optimisme sektor properti akibat insentif pemerintah
Masalah utamanya, sebagian besar katalis tersebut belum dikonfirmasi secara resmi melalui keterbukaan informasi.
Dalam konteks saham DADA, rumor sering lebih cepat menggerakkan harga dibanding laporan keuangan.
Risiko Utama yang Harus Dipahami Investor
Prospek saham DADA tidak bisa dilepaskan dari risikonya.
Beberapa risiko utama:
-
Volatilitas ekstrem
-
Potensi pump & dump
-
Ketergantungan pada sentimen jangka pendek
-
Aksi korporasi pengendali yang sulit diprediksi
-
Sensitivitas tinggi terhadap kondisi sektor properti dan suku bunga
Saham ini bisa memberi keuntungan besar, tetapi juga sangat cepat menghapus profit.
Prospek Saham DADA 2026 dari Sudut Pandang Strategi
Melihat karakter pergerakannya:
-
Trader jangka pendek masih bisa memanfaatkan momentum
-
Swing trader bisa memanfaatkan lonjakan volume dan sentimen
-
Investor jangka panjang konservatif perlu ekstra hati-hati
DADA lebih tepat ditempatkan sebagai saham spekulatif berisiko tinggi, bukan portofolio inti.
Catatan Penting untuk Pembaca
Saham DADA bukan saham untuk semua orang.
Prospeknya sangat bergantung pada timing, disiplin, dan kemampuan mengelola risiko, bukan sekadar ikut euforia.

Posting Komentar