Saham DADA Bergerak di Bidang Apa? Ini Penjelasan Bisnis, Proyek, dan Model Usaha Emitennya

Daftar Isi

Pertanyaan “saham DADA bergerak di bidang apa?” sering muncul, terutama saat saham ini kembali aktif diperdagangkan atau mengalami lonjakan volume transaksi.

Bagi investor ritel, memahami bidang usaha emiten adalah langkah paling dasar sebelum berbicara soal prospek, valuasi, atau strategi beli-jual.

Mari kita bahas DADA secara utuh, lugas, dan berbasis data.

Mengenal Saham DADA di Bursa Efek Indonesia

Saham dengan kode DADA merupakan milik PT Diamond Citra Propertindo Tbk, sebuah perusahaan yang resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan ini beroperasi penuh di Indonesia dan tidak memiliki keterkaitan bisnis dengan emiten bernama serupa di luar negeri.

Hal ini penting diluruskan karena masih banyak investor yang keliru mengaitkan DADA BEI dengan perusahaan teknologi logistik asal Tiongkok yang tercatat di bursa Amerika.

Saham DADA Bergerak di Bidang Apa?

Jawaban singkatnya:

PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) bergerak di sektor Properti & Real Estat.

Lebih spesifik lagi, DADA berperan sebagai:

  • Pengembang properti (real estate developer)

  • Pengelola properti residensial dan komersial

Klasifikasi resmi di BEI menempatkan DADA pada sektor:

Properti & Real Estat – Pengembang dan Pengelola Real Estat

Artinya, aktivitas utama perusahaan berkaitan langsung dengan pembangunan, penjualan, dan pengelolaan aset properti.

Ruang Lingkup Kegiatan Usaha DADA

Dalam Anggaran Dasar dan praktik operasionalnya, kegiatan usaha DADA mencakup:

  • Pengembangan properti residensial

  • Pembangunan apartemen dan hunian vertikal

  • Pengembangan condovilla dan cluster perumahan

  • Properti komersial berskala terbatas (ruko dan fasilitas pendukung)

  • Penjualan, penyewaan, dan pengelolaan properti

Model bisnis ini menjadikan DADA sangat bergantung pada penyerapan pasar properti dan kecepatan penjualan unit.

Segmen Pasar yang Disasar DADA

DADA tidak bermain di segmen premium kelas atas.

Target pasar utama perusahaan meliputi:

  • Mahasiswa dan pekerja muda

  • Keluarga muda

  • Segmen menengah hingga menengah-bawah

Pilihan segmen ini tercermin dari:

  • Lokasi proyek yang dekat kampus

  • Konsep hunian vertikal dan low-rise

  • Harga unit yang relatif lebih terjangkau dibanding developer besar

Fokus Pengembangan Properti

DADA dikenal fokus pada dua jenis pengembangan utama:

1. Hunian Vertikal

Apartemen dan condovilla dengan jumlah unit terbatas, biasanya dibangun di lokasi strategis.

2. Hunian Tapak

Cluster perumahan skala kecil hingga menengah yang menyasar end-user, bukan murni investor besar.

Pendekatan ini membuat proyek DADA relatif cepat dibangun, tetapi juga sangat sensitif terhadap kondisi pasar.

Portofolio Proyek Properti DADA

Berikut beberapa proyek yang pernah dan sedang dikembangkan DADA, terutama di wilayah Depok dan Jakarta:

Dave Apartment – Depok

Proyek apartemen yang menyasar mahasiswa dan pekerja di sekitar Universitas Indonesia. Lokasi menjadi nilai jual utama proyek ini.

Apple Condovilla Series

  • Apple 1 Condovilla – Pejaten

  • Apple 3 Condovilla – Lebak Bulus

Mengusung konsep hunian low-rise dengan jumlah lantai terbatas dan fasilitas penunjang bagi penghuni.

Proyek Residensial Lainnya

  • Neo Cyprus Cluster

  • Neo Arcadia Cluster

  • River 8 Residence

Skala proyek-proyek ini relatif kecil hingga menengah, sesuai dengan kapasitas dan strategi perusahaan.

Sumber Pendapatan Utama Saham DADA

Pendapatan DADA secara umum terbagi menjadi dua jenis:

Pendapatan Utama

  • Penjualan unit apartemen

  • Penjualan rumah tapak dan condovilla

Pendapatan ini bersifat tidak berulang dan sangat bergantung pada kondisi penjualan.

Pendapatan Tambahan

  • Pengelolaan properti

  • Penyewaan unit atau fasilitas

Namun kontribusi recurring income DADA masih tergolong terbatas dibandingkan penjualan unit.

Anak Usaha dan Struktur Bisnis

DADA memiliki beberapa entitas anak usaha yang berfungsi untuk:

  • Mendukung pengembangan proyek

  • Operasional dan manajemen properti

  • Aktivitas pendukung real estat lainnya

Struktur ini umum digunakan oleh developer untuk efisiensi operasional dan pemisahan risiko proyek.

Tantangan Bisnis di Sektor Properti

Sebagai emiten properti, DADA menghadapi tantangan yang cukup klasik, antara lain:

  • Kenaikan dan penurunan suku bunga KPR

  • Fluktuasi daya beli masyarakat

  • Persaingan ketat di Jabodetabek

  • Ketergantungan pada proyek berskala kecil

Kondisi ini membuat kinerja keuangan DADA cenderung fluktuatif.

Peluang yang Masih Terbuka

Meski penuh tantangan, peluang tetap ada, terutama karena:

  • Kebutuhan hunian di area penyangga Jakarta masih tinggi

  • Lokasi proyek dekat kampus dan pusat aktivitas

  • Segmen pasar menengah relatif lebih tahan tekanan dibanding segmen premium

Keberhasilan memanfaatkan peluang ini sangat bergantung pada eksekusi proyek dan strategi pendanaan.

Catatan Penting untuk Investor Saham DADA

Perlu dipahami, meskipun DADA adalah saham properti, pergerakan harga sahamnya sering kali:

  • Lebih dipengaruhi sentimen pasar

  • Rentan spekulasi jangka pendek

  • Tidak selalu sejalan dengan fundamental bisnis

Karena itu, DADA kerap masuk kategori saham dengan volatilitas tinggi.

Catatan Kecil

Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan profil perusahaan dan data publik dari IDN Financials serta klasifikasi resmi BEI. Investor disarankan tetap menelaah laporan keuangan terbaru, keterbukaan informasi, dan status notasi khusus BEI sebelum mengambil keputusan.

Posting Komentar