Kelebihan dan Kekurangan Investasi Emas di Pegadaian, Masih Layak di 2026?
Investasi emas masih jadi “pelabuhan aman” bagi banyak orang Indonesia. Di tengah inflasi dan kondisi ekonomi yang naik turun, emas dianggap lebih stabil dibanding sekadar menyimpan uang tunai.
Salah satu cara paling populer adalah lewat Tabungan Emas Pegadaian. Produk ini memudahkan siapa saja menabung emas tanpa harus langsung membeli batangan fisik.
Tapi sebelum memutuskan, penting memahami secara utuh kelebihan dan kekurangan investasi emas di Pegadaian. Bukan hanya sisi manisnya, tapi juga biaya dan keterbatasannya.
Mengenal Tabungan Emas Pegadaian
Tabungan Emas adalah layanan pembelian emas berbasis saldo gram. Artinya, setiap rupiah yang Anda setorkan dikonversi menjadi emas 24 karat sesuai harga hari itu.
Saldo emas tersimpan secara aman di Pegadaian, bukan di rumah Anda. Transaksi bisa dilakukan lewat aplikasi Pegadaian Digital maupun di outlet.
Minimal pembelian sangat kecil, setara 0,01 gram, sehingga cocok untuk yang ingin menabung rutin tanpa terasa berat.
Saldo emas ini bisa:
-
Dijual kembali (buyback)
-
Digadaikan untuk pinjaman
-
Dicetak menjadi emas fisik jika gram mencukupi
Kelebihan Investasi Emas di Pegadaian
1️⃣ Bisa Mulai dari Nominal Kecil
Tidak semua orang punya dana untuk langsung beli emas 1 gram.
Di Pegadaian, Anda bisa mulai dari puluhan ribu rupiah. Ini membuat investasi emas terasa lebih realistis bagi karyawan, freelancer, maupun ibu rumah tangga yang ingin menabung bertahap.
Skema ini juga cocok untuk strategi menabung rutin tiap bulan.
2️⃣ Praktis dan Serba Digital
Hampir semua transaksi bisa dilakukan lewat aplikasi:
-
Beli emas
-
Jual emas
-
Cek saldo gram
-
Ajukan cetak emas fisik
Anda tidak perlu datang ke cabang setiap kali transaksi. Ini jadi nilai plus besar bagi generasi produktif usia 25–55 tahun yang serba mobile.
3️⃣ Keamanan Lebih Terjamin
Pegadaian adalah BUMN dan operasionalnya diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Emas nasabah disimpan secara kolektif, tercatat secara sistem, dan diasuransikan. Risiko kehilangan seperti jika menyimpan emas di rumah bisa dihindari.
Bagi banyak orang, ini memberi rasa tenang karena tidak perlu memikirkan brankas atau risiko pencurian.
4️⃣ Likuid dan Mudah Dicairkan
Salah satu keunggulan emas adalah likuiditas, dan Pegadaian memfasilitasi hal ini.
Saldo emas bisa langsung dijual kembali sesuai harga buyback yang berlaku. Jika tidak ingin menjual, emas juga bisa digadaikan untuk mendapatkan dana cepat.
Prosesnya jauh lebih praktis dibanding menjual emas sendiri ke toko perhiasan atau pembeli lain.
5️⃣ Bisa Dicetak Menjadi Emas Fisik
Walau awalnya berbentuk saldo digital, emas Anda tetap bisa diubah menjadi batangan fisik.
Pegadaian menyediakan layanan cetak dengan pilihan ukuran tertentu. Ini memberi fleksibilitas: menabung digital dulu, pegang fisik nanti saat saldo sudah cukup besar.
6️⃣ Membantu Disiplin Investasi Jangka Panjang
Karena bisa beli sedikit demi sedikit, Tabungan Emas sering dipakai sebagai alat disiplin menabung.
Tanpa terasa, saldo gram bisa bertambah seiring waktu. Strategi ini cocok untuk tujuan jangka panjang seperti dana pendidikan, dana darurat, atau proteksi nilai uang.
Kekurangan Investasi Emas di Pegadaian
Di balik kemudahannya, ada beberapa hal yang wajib dipahami agar tidak salah ekspektasi.
1️⃣ Ada Selisih Harga Beli dan Jual (Spread)
Ini faktor paling krusial.
Harga beli emas selalu lebih tinggi daripada harga jual kembali pada saat yang sama. Selisih ini disebut spread.
Akibatnya, jika Anda beli hari ini lalu langsung jual besok, hampir pasti rugi. Anda baru bisa untung jika harga emas naik cukup tinggi untuk menutup selisih tersebut.
Karena itu, Tabungan Emas kurang cocok untuk trading jangka pendek.
2️⃣ Ada Biaya Pengelolaan Tahunan
Tabungan Emas dikenakan biaya pengelolaan rekening per tahun.
Nominalnya relatif kecil, tetapi tetap mengurangi nilai efektif investasi, terutama jika saldo Anda kecil dan jarang ditambah.
Bagi penabung aktif dengan saldo terus bertambah, biaya ini biasanya tidak terlalu terasa.
Catatan: Besaran biaya bisa berubah mengikuti kebijakan terbaru Pegadaian.
3️⃣ Ada Biaya Cetak Emas Fisik
Saat ingin mencetak emas batangan, Anda tidak hanya membayar nilai emasnya, tetapi juga biaya cetak.
Semakin kecil ukuran emas yang dicetak, biasanya biaya per gram terasa lebih mahal. Jadi kurang efisien jika sering mencetak dalam gram kecil.
4️⃣ Ada Minimal Gram untuk Cetak Fisik
Saldo emas tidak bisa langsung dicetak berapa pun.
Biasanya ada batas minimal gram tertentu agar bisa dicetak menjadi emas batangan. Jika saldo belum cukup, Anda harus menabung lagi sampai memenuhi syarat.
5️⃣ Kurang Ideal untuk Kebutuhan Jangka Pendek
Harga emas bisa turun dalam jangka pendek karena faktor global seperti suku bunga dan nilai dolar AS.
Ditambah adanya spread dan biaya, investasi emas di Pegadaian lebih cocok untuk jangka menengah hingga panjang, bukan untuk kebutuhan dana cepat dalam waktu dekat.
6️⃣ Tidak Memegang Emas Secara Langsung
Sebagian orang merasa lebih aman jika emas disimpan sendiri di rumah atau brankas pribadi.
Dalam Tabungan Emas, kepemilikan bersifat digital. Meski sistemnya aman, tetap ada yang merasa kurang puas karena tidak memegang fisiknya secara langsung.
Perbandingan Singkat: Cocok untuk Siapa?
Tabungan Emas Pegadaian lebih cocok bagi:
-
Pemula yang ingin mulai investasi emas tanpa dana besar
-
Orang yang ingin menabung rutin dalam bentuk aset riil
-
Mereka yang tidak ingin repot menyimpan emas fisik sendiri
-
Investor dengan tujuan jangka panjang
Sebaliknya, jika tujuan Anda adalah jual-beli cepat atau langsung menyimpan emas batangan besar di rumah, membeli emas fisik langsung mungkin terasa lebih sesuai.

Posting Komentar