IPO Saham BACH (PT Bach Multi Global Tbk): Jadwal, Harga, Prospek, hingga Cara Beli di e-IPO

Daftar Isi

IPO saham BACH (PT Bach Multi Global Tbk) menjadi salah satu penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) yang cukup menyita perhatian investor pada pertengahan 2026. Selain menawarkan bisnis yang bergerak di sektor penyediaan genset dan infrastruktur telekomunikasi, perusahaan ini juga memiliki prospek menarik setelah adanya rencana perubahan pengendali yang terkait dengan ekosistem Grup Djarum.

Bagi Anda yang sedang mencari informasi mengenai IPO saham BACH (PT Bach Multi Global Tbk), berikut rangkuman lengkap mulai dari jadwal IPO, harga penawaran, profil perusahaan, penggunaan dana hasil IPO, hingga faktor yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemesanan saham.

Profil Singkat PT Bach Multi Global Tbk (BACH)

PT Bach Multi Global Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan solusi kelistrikan, terutama melalui:

  • Penjualan genset.
  • Penyewaan genset.
  • Jasa instalasi dan pemeliharaan genset.
  • Pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.

Perusahaan telah melayani berbagai pelanggan dari sektor perbankan, telekomunikasi, hingga perusahaan nasional yang membutuhkan pasokan listrik cadangan (backup power) dengan tingkat keandalan tinggi.

Model bisnis tersebut dinilai memiliki prospek yang cukup baik karena kebutuhan terhadap infrastruktur digital, data center, BTS, dan jaringan telekomunikasi di Indonesia masih terus berkembang.

Jadwal IPO Saham BACH

Berdasarkan prospektus resmi di sistem e-IPO, berikut jadwal IPO PT Bach Multi Global Tbk.

TahapanJadwal
Bookbuilding22–24 Juni 2026
Pernyataan Efektif29 Juni 2026
Masa Penawaran Umum1–3 Juli 2026
Penjatahan3 Juli 2026
Distribusi Saham6 Juli 2026
Listing di BEI7 Juli 2026

Investor yang ingin memperoleh saham pada harga IPO dapat melakukan pemesanan selama masa penawaran umum melalui sistem e-IPO maupun aplikasi sekuritas yang telah terintegrasi.

Harga IPO Saham BACH

Dalam penawaran umum perdana ini, perusahaan menawarkan:

  • Harga penawaran: Rp400–Rp500 per saham.
  • Nilai nominal: Rp50 per saham.
  • Jumlah saham yang dilepas: 615.000.000 saham baru.
  • Porsi kepemilikan: sekitar 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan rentang harga tersebut, perseroan berpotensi memperoleh dana segar sekitar:

  • Minimum: Rp246 miliar.
  • Maksimum: Rp307,5 miliar.

Adapun penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) adalah PT Erdikha Elit Sekuritas.

Untuk Apa Dana IPO Digunakan?

Perseroan telah menjelaskan rencana penggunaan dana hasil IPO dalam prospektus.

1. Modal kerja

Porsi terbesar dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja.

Fokus utamanya meliputi:

  • pembelian sekitar 44 unit genset baru,
  • pembayaran kepada pemasok,
  • mendukung kebutuhan operasional perusahaan.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bisnis sehingga perusahaan mampu memenuhi permintaan pelanggan yang terus bertambah.

2. Pelunasan sebagian pinjaman bank

Sebagian dana lainnya akan digunakan untuk melunasi sebagian fasilitas Omnibus Revolving Loan kepada PT Bank Permata Tbk.

Dengan berkurangnya beban utang, struktur keuangan perusahaan diharapkan menjadi lebih sehat sehingga memberi ruang ekspansi yang lebih besar.

Kinerja Keuangan BACH

Salah satu daya tarik IPO BACH adalah pertumbuhan kinerja yang cukup impresif.

Berdasarkan laporan keuangan dalam prospektus, hingga akhir tahun buku 2025 perusahaan membukukan:

  • Pendapatan sekitar Rp1,73 triliun.
  • Laba tahun berjalan sekitar Rp155,5 miliar.

Peningkatan laba tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mampu menjaga efisiensi sekaligus memperoleh pertumbuhan bisnis yang positif di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kelistrikan dan infrastruktur telekomunikasi.

Masuk Ekosistem Grup Djarum

Salah satu faktor yang paling banyak diperbincangkan investor adalah adanya rencana perubahan pengendali setelah IPO.

Berdasarkan prospektus, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) memiliki hak opsi untuk membeli sekitar 1,04 miliar saham milik PT Bach Multi Sukses Investama setelah proses IPO selesai.

Apabila transaksi tersebut terlaksana sesuai rencana, maka GTP akan menguasai sekitar 51% saham BACH dan menjadi pemegang saham pengendali.

GTP sendiri merupakan bagian dari grup usaha yang terafiliasi dengan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), sehingga langkah ini dinilai dapat membuka peluang sinergi yang lebih besar dalam penyediaan solusi kelistrikan bagi industri telekomunikasi.

Siapa Saja Pelanggan BACH?

Perusahaan telah memiliki portofolio pelanggan dari berbagai sektor strategis.

Beberapa di antaranya berasal dari:

  • sektor perbankan nasional,
  • operator dan penyedia infrastruktur telekomunikasi,
  • perusahaan swasta nasional,
  • proyek-proyek kelistrikan.

Keberadaan pelanggan dari sektor yang relatif stabil menjadi salah satu nilai tambah karena dapat mendukung pendapatan berulang (recurring revenue), terutama dari bisnis penyewaan dan pemeliharaan genset.

Apakah Saham BACH Termasuk Saham Syariah?

Berdasarkan prospektus IPO, BACH memenuhi kriteria sebagai saham syariah pada saat penawaran umum.

Meski demikian, investor syariah tetap disarankan untuk selalu memantau pembaruan Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK karena status suatu saham dapat berubah sesuai evaluasi berkala.

Cara Membeli IPO Saham BACH

Bagi investor yang ingin mengikuti IPO saham BACH, langkah-langkahnya cukup mudah.

  1. Pastikan telah memiliki rekening efek dan RDN.
  2. Login ke sistem e-IPO atau aplikasi sekuritas yang mendukung pemesanan IPO.
  3. Pilih saham BACH.
  4. Masukkan jumlah lot yang ingin dipesan.
  5. Pastikan dana tersedia di RDN sebelum batas waktu pemesanan.
  6. Tunggu hasil penjatahan pada tanggal yang telah ditentukan.

Jika memperoleh alokasi saham, maka saham akan masuk ke portofolio sebelum tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia.

Prospek IPO Saham BACH

IPO BACH memiliki beberapa faktor yang membuatnya menarik untuk dicermati, antara lain:

  • bisnis berada pada sektor penyediaan genset dan infrastruktur telekomunikasi yang masih berkembang;
  • kinerja keuangan menunjukkan pertumbuhan yang positif;
  • dana IPO digunakan untuk ekspansi sekaligus memperbaiki struktur permodalan;
  • adanya potensi sinergi setelah masuk ke dalam ekosistem Grup Djarum melalui GTP;
  • telah memiliki pelanggan dari berbagai sektor strategis.

Namun demikian, investor juga tetap perlu memperhatikan berbagai risiko, seperti persaingan industri, ketergantungan terhadap belanja infrastruktur pelanggan, serta fluktuasi kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi permintaan proyek baru.

Catatan: Seluruh informasi di atas disusun berdasarkan prospektus resmi PT Bach Multi Global Tbk dan data pada sistem e-IPO. Jadwal, harga penawaran, maupun ketentuan lainnya dapat berubah apabila terdapat pembaruan dari regulator atau perusahaan. Sebelum memutuskan berinvestasi, pastikan Anda membaca prospektus lengkap dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.

Posting Komentar