Incar Dana Rp316 Miliar, Cek Jadwal dan Rencana IPO Saham ANDA!

Daftar Isi


PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), perusahaan kontraktor pertambangan batu bara dan nikel, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,676 miliar saham baru dengan kisaran harga Rp158 hingga Rp189 per saham. Dari penawaran tersebut, ANDA berpotensi menghimpun dana segar maksimal Rp316,76 miliar.

Menariknya, IPO ini juga disertai penerbitan Waran Seri I dengan rasio 7:1. Artinya, investor yang memperoleh tujuh saham baru berhak mendapatkan satu waran yang dapat digunakan untuk membeli saham perseroan pada harga pelaksanaan yang telah ditentukan.

Lantas, bagaimana detail penawaran, jadwal IPO saham ANDA, dan ke mana dana hasil penghimpunan tersebut akan dialokasikan? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Detail Penawaran IPO Saham ANDA

Berdasarkan informasi pada sistem e-IPO dan prospektus ringkas yang dipublikasikan pada 5 November 2026, PT Andalan Artha Primanusa Tbk menawarkan maksimal 1.676.000.000 saham baru kepada masyarakat.

Jumlah tersebut setara dengan 25,10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan demikian, saham yang ditawarkan merupakan saham baru dari portepel perseroan, bukan saham lama milik pemegang saham yang dilepas ke publik.

Berikut rincian penawaran awal saham ANDA:

KeteranganDetail
Nama perusahaanPT Andalan Artha Primanusa Tbk
Kode sahamANDA
Jumlah saham ditawarkan1.676.000.000 saham
Porsi saham IPO25,10%
Nilai nominalRp10 per saham
Harga penawaran awalRp158–Rp189 per saham
Target dana maksimalRp316,76 miliar
Waran Seri IMaksimal 239.429.000 waran
Rasio waran7:1
Harga pelaksanaan waranRp695 per saham
Penjamin pelaksana emisiPT Henan Putihrai Sekuritas

Dengan rentang harga tersebut, nilai dana yang berpotensi dihimpun perseroan berkisar Rp264,81 miliar hingga Rp316,76 miliar, sebelum dikurangi biaya emisi.

Perlu diperhatikan, angka Rp316,76 miliar merupakan target maksimal apabila seluruh saham yang ditawarkan terserap pada harga tertinggi Rp189 per saham.

Sementara itu, harga final IPO baru akan diketahui setelah proses penawaran awal selesai dan ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Jadwal Lengkap IPO Saham ANDA

Bagi investor yang tertarik mengikuti penawaran perdana ini, mengetahui jadwal IPO menjadi hal penting agar tidak melewatkan periode pemesanan.

Berdasarkan jadwal yang tercantum dalam informasi penawaran, masa penawaran awal saham ANDA berlangsung mulai 5 November 2026.

Berikut jadwal lengkap rencana IPO PT Andalan Artha Primanusa Tbk:

Tahapan IPOJadwal
Penawaran awal (Bookbuilding)5–17 November 2026
Perkiraan tanggal efektif23 November 2026
Penawaran umum (Offering)24–27 November 2026
Tanggal penjatahan27 November 2026
Pengembalian dana pemesanan30 November 2026
Distribusi saham dan waran elektronik30 November 2026
Pencatatan saham di BEI (Listing)1 Desember 2026

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, saham ANDA akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 1 Desember 2026.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan pengumuman resmi dari OJK, BEI, dan e-IPO karena jadwal penawaran masih dapat mengalami penyesuaian sesuai perkembangan proses IPO.

3. Rencana Penggunaan Dana Hasil IPO ANDA

Dana hasil penawaran umum perdana saham tidak seluruhnya akan digunakan untuk ekspansi usaha. Manajemen ANDA telah menetapkan dua prioritas utama, yaitu pembayaran sebagian kewajiban pinjaman dan pemenuhan kebutuhan modal kerja operasional.

Setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 35% dana bersih IPO akan dialokasikan untuk pembayaran utang. Sementara itu, sekitar 65% sisanya digunakan untuk mendukung kegiatan operasional perseroan.

Berikut penjelasannya.

A. Sekitar 35% untuk Pembayaran Utang

Sebagian dana bersih hasil IPO akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban pinjaman perseroan kepada lembaga keuangan.

Secara lebih terperinci, alokasinya mencakup:

  • Sekitar Rp65,01 miliar untuk pelunasan lebih awal seluruh sisa pokok pinjaman kepada PT Radana Bhaskara Finance Tbk.

  • Sekitar Rp42 miliar untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Penggunaan dana tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki struktur permodalan dan mengurangi beban kewajiban perseroan.

Bagi investor, langkah ini menarik untuk dicermati karena pengurangan utang berpotensi memberikan ruang keuangan yang lebih baik bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya.

B. Sekitar 65% untuk Modal Kerja Operasional

Porsi terbesar dana IPO akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja operasional.

Hal ini cukup relevan mengingat bisnis kontraktor pertambangan membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, terutama untuk menjaga produktivitas armada, alat berat, dan tenaga kerja di lokasi tambang.

Adapun penggunaan dana tersebut meliputi:

  1. Pembelian bahan bakar (fuel) untuk mendukung operasional armada kendaraan dan alat berat.

  2. Pembayaran upah, tunjangan, serta fasilitas penunjang tenaga kerja operasional.

  3. Pembelian suku cadang (spare parts) untuk pemeliharaan dan perbaikan truk serta alat berat.

  4. Pengadaan pelumas (lubricants) dan ban (tires) untuk menunjang kelancaran kegiatan operasional pertambangan.

Kebutuhan tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan operasional perseroan selama periode Desember 2026 hingga Mei 2027.

Apabila dana bersih yang diperoleh dari IPO tidak mencukupi, perseroan akan mengalokasikannya secara proporsional sesuai rencana penggunaan dana. Kekurangan kebutuhan pendanaan selanjutnya akan dipenuhi melalui arus kas internal.

4. Profil Bisnis PT Andalan Artha Primanusa Tbk

Sebelum mempertimbangkan saham ANDA, investor tentu perlu mengenal kegiatan usaha perusahaan yang akan menjadi emiten baru di BEI tersebut.

PT Andalan Artha Primanusa merupakan perusahaan yang didirikan pada 2014 dan bergerak di bidang aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan menyediakan layanan kontraktor pertambangan yang mendukung kegiatan operasional, mulai dari pekerjaan pertambangan hingga kegiatan pendukung produksi.

Awalnya, kegiatan usaha ANDA lebih banyak berfokus pada jasa pertambangan batu bara. Namun, perusahaan kemudian memperluas cakupan bisnis dengan masuk ke sektor pertambangan nikel.

Berdasarkan informasi perusahaan, kegiatan operasional ANDA saat ini tersebar di tujuh lokasi pertambangan yang berada di empat provinsi, yaitu:

  • Kalimantan Tengah: dua lokasi tambang batu bara.

  • Sumatera Selatan: tiga lokasi tambang batu bara.

  • Maluku Utara: satu lokasi tambang nikel.

  • Kalimantan Timur: satu lokasi tambang batu bara.

Diversifikasi ke sektor nikel menjadi salah satu langkah perseroan untuk memperluas sumber pendapatan dan menjangkau peluang pekerjaan di industri pertambangan yang lebih beragam.

Dengan demikian, prospek usaha ANDA tidak hanya bergantung pada aktivitas pertambangan batu bara, tetapi juga pada perkembangan proyek nikel dan keberlanjutan kontrak jasa pertambangan.

5. Intip Kinerja Keuangan ANDA Sebelum IPO

Selain melihat harga penawaran dan penggunaan dana IPO, calon investor sebaiknya memperhatikan kondisi keuangan perusahaan.

Berdasarkan informasi kinerja tahun buku 2025 yang dipublikasikan perusahaan, Andalan Artha Primanusa membukukan pendapatan sebesar Rp368 miliar.

Pendapatan tersebut terutama berasal dari jasa pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal) sebesar Rp292,90 miliar dan pendapatan produksi batu bara sebesar Rp53,86 miliar.

Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp145,40 miliar pada 2025, meningkat dibandingkan Rp113,71 miliar pada 2024. Margin EBITDA turut membaik menjadi sekitar 39% dari sebelumnya 27%.

Sementara itu, kinerja semester I 2026 menunjukkan perkembangan yang perlu dicermati.

Pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp200,12 miliar, turun sekitar 8,69% dibandingkan Rp219,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, laba bersih justru meningkat menjadi sekitar Rp11,77 miliar, dibandingkan Rp3,26 miliar pada semester I 2025.

Artinya, meskipun pendapatan mengalami penurunan, perseroan mampu meningkatkan laba bersih melalui perbaikan efisiensi dan pengendalian biaya operasional.

Kondisi ini menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan investor. Pertumbuhan laba memang positif, tetapi keberlanjutan peningkatan profitabilitas tetap bergantung pada kinerja kontrak, volume pekerjaan, dan kemampuan perusahaan mengelola biaya operasional.

6. Hal yang Perlu Diperhatikan Investor dari Waran Seri I ANDA

Selain menawarkan saham baru, IPO ANDA juga disertai penerbitan Waran Seri I.

Berdasarkan informasi penawaran, setiap pemegang tujuh saham baru berhak memperoleh satu Waran Seri I. Jumlah waran yang ditawarkan maksimal sebanyak 239.429.000 unit.

Harga pelaksanaan waran ditetapkan sebesar Rp695 per saham.

Apabila seluruh waran dilaksanakan, perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana sekitar Rp166,40 miliar.

Namun, perlu dipahami bahwa waran berbeda dengan saham biasa. Waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham pada harga dan periode pelaksanaan tertentu.

Investor tidak wajib melaksanakan hak tersebut. Keputusan menggunakan waran perlu mempertimbangkan harga saham ANDA di pasar dibandingkan harga pelaksanaan Rp695.

Jika harga saham di pasar berada di bawah harga pelaksanaan, penggunaan waran belum tentu menguntungkan secara ekonomis.

Karena itu, investor perlu membaca ketentuan lengkap mengenai masa berlaku, jadwal pelaksanaan, dan mekanisme perdagangan Waran Seri I dalam prospektus.

7. Cara Memesan Saham IPO ANDA Melalui e-IPO

Bagi investor yang ingin mengikuti penawaran saham ANDA, pemesanan dapat dilakukan melalui sistem Electronic Indonesia Public Offering (e-IPO) dengan menggunakan akun sekuritas yang telah terdaftar sebagai partisipan sistem.

Secara umum, langkah pemesanannya sebagai berikut:

  1. Buka situs resmi e-IPO di https://e-ipo.co.id.

  2. Login menggunakan akun yang telah terdaftar.

  3. Pilih menu penawaran saham dan cari PT Andalan Artha Primanusa Tbk dengan kode ANDA.

  4. Pelajari prospektus serta informasi penawaran yang tersedia.

  5. Masukkan jumlah saham yang ingin dipesan sesuai ketentuan.

  6. Konfirmasikan pesanan dan pastikan dana pemesanan tersedia sesuai mekanisme sekuritas.

  7. Pantau hasil penjatahan setelah masa penawaran umum berakhir.

Perlu diketahui, pemesanan pada masa penawaran awal atau bookbuilding belum sama dengan pemesanan pada masa penawaran umum. Investor perlu mengikuti tahapan konfirmasi dan pemesanan sesuai mekanisme e-IPO serta ketentuan sekuritas masing-masing.

Jumlah saham yang diperoleh juga dapat berbeda dari jumlah yang dipesan apabila terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed).

8. Prospek dan Risiko Saham ANDA yang Perlu Dicermati

IPO ANDA menawarkan sejumlah hal yang menarik untuk diperhatikan, terutama karena perusahaan bergerak di bidang jasa kontraktor pertambangan batu bara dan nikel.

Diversifikasi bisnis, keberadaan sejumlah lokasi operasional, serta peningkatan EBITDA pada 2025 menjadi beberapa faktor yang dapat mendukung prospek perusahaan.

Di sisi lain, investor tidak boleh mengabaikan sejumlah risiko.

Pertama, pendapatan kontraktor pertambangan sangat bergantung pada keberlanjutan kontrak dengan pemberi kerja. Berakhirnya kontrak atau berkurangnya volume pekerjaan dapat memengaruhi pendapatan perusahaan.

Kedua, bisnis pertambangan memiliki risiko operasional, termasuk kenaikan biaya bahan bakar, pemeliharaan alat berat, suku cadang, dan kebutuhan tenaga kerja.

Ketiga, perkembangan industri batu bara dan nikel juga dipengaruhi kondisi pasar komoditas, kebijakan pemerintah, serta permintaan dari industri pengguna.

Keempat, investor perlu mencermati valuasi saham berdasarkan harga final IPO. Harga Rp158 hingga Rp189 belum dapat langsung dikatakan murah atau mahal tanpa membandingkannya dengan laba per saham, jumlah saham setelah IPO, nilai buku, dan prospek pertumbuhan perusahaan.

Dengan demikian, keputusan mengikuti IPO ANDA sebaiknya tidak hanya didasarkan pada besarnya dana yang dihimpun atau adanya bonus waran, tetapi juga mempertimbangkan kondisi fundamental dan risiko bisnis perseroan.

Posting Komentar